7 Skill Negosiasi Yang Wajib Dimiliki Oleh Pengusaha


Sadar tidak sadar, kita sering sekali melakukan negosiasi di dalam masyarakat. Baik dengan orangtua, pasangan, rekan kerja dan lingkungan. Misalnya di dalam lingkungan kerja, ketika akan melakukan meeting di luar kantor, kadang kita pun negosiasi dengan para rekan kerja baik itu mulai dari lokasi sampai menu makan siangnya.

Jadi negosiasi sudah kita lakukan setiap hari. Lalu bagaimana dengan dunia bisnis? Tentu negosiasi dengan pihak luar seperti investor, klien bahkan mitra kerja pun kerap kita lakukan.

Kira-kira Sisterfillah sudah tahu belum arti dari Negosiasi itu sendiri? Negosiasi adalah bentuk interaksi yang dilakukan untuk mencapai suatu kesepakatan. Negosiasi biasa dilakukan di antara dua pihak atau lebih dengan kepentingan yang saling bertentangan dan berkehendak untuk memecahkan masalah yang dihadapinya bersama.

Jika di dalam kehidupan sehari-hari saja kita selalu bernegosiasi, tentu dalam bisnis pun perlu sekali memiliki skill dalam bidang negosiasi. Yang namanya negosiasi memang bukanlah perkara yang mudah, pasti akan ada challenge di dalam prosesnya.




 

Agar Sisterfillah sebagai seorang muslimahpreneur bisa melakukan negosiasi dengan baik dan sukses, maka perlu banget tahu 7 Skill Negosiasi berikut ini.

1. Dapat Berkomunikasi Dengan Baik

Komunikasi yang baik itu penting. Bagaimana bisa calon mitra yang akan di temui dapat memahami visi misi perusahaan atau brand yang sedang Sisterfillah ajukan, jika cara berkomunikasinya tidak baik.

Perlu sekali yang namanya berlatih berbicara, berlatih berkomunikasi. Gunakan bahasa yang baik dan santun. Agar komunikasi bisa berjalan dengan baik, Sisterfillah perlu mengetahui dahulu background dari calon mitra yang akan ditemui seperti apa. Dari situlah  bisa dapat menyusun kalimat apa yang nanti akan di sampaikan.

 

2. Memiliki Kemampuan Membuat Perencanaan

Membuat perencanaan sama artinya Sisterfillah sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Walau kadang persiapannya butuh waktu lama dan ketika negosiasi sedang berjalan dan hasilnya hanya 70% dari perencanaan tadi, tetap saja sudah lebih baik dibanding tidak membuat perencanan.

 

3. Bisa Menganalisa Masalah Dan Mencari Solusi

Tidak perlu menjadi ahli peramal untuk menganalisa suatu masalah. Sisterfillah bisa belajar lebih peka lagi dan mempelajari latar belakang calon mitra yang akan di ajak kerjasama. Seperti memahami tujuan dan kebutuhan dari kerjasama ini apa. Setelah mengetahuinya Sisterfillah akan bisa menemukan jawaban dari solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak di dalam kerjasama yang akan dijalankan bersama ini.

 

5. Kontrol Emosi

Walau Sisterfillah sudah mendapatkan profil dari calom mitra yang akan di temui, ketika sedang melakukan sebuah pembicaraan dan negosiasi, perlu sekali yang namanya mengontrol emosi dan mengendalikan ego. Sebab menyatukan dua suara dan ide itu bukanlah hal yang mudah tetapi tidak akan menjadi sebuah masalah besar jika masing-masing bisa mengendalikan ego serta mengontrol emosi.

 

6. Menjadi Pendengar Yang Baik

Kebanyakan berbicara juga tidak baik. Sisterfillah perlu menjadi sosok pendengar yang baik juga dengan tahu kapan waktunya berbicara dan kapan waktunya mendengarkan penjelasan dari calon mitra yang akan diajak kerjasama.

Dengan menjadi pendengar yang baik, ketika calon mitra sedang berbicara, Sisterfillah akan bisa lebih memahami karakter serta ide dari calon mitra serta kebutuhan apa yang mereka butuhkan. Sehingga dengan begitu win win solution akan bisa didapatkan untuk kerjasama yang akan di jalankan nanti

 

7. Tahu Kapan Harus Mengakhiri Negosiasi

Agar pembicaraan tidak merembet kemana-mana sehingga membuang-buang waktu tanpa hasil, maka Sisterfillah perlu membuat target waktu untuk pertemuan yang akan di lakukan nanti. Misalnya buat target waktu meeting hanya berlangsung 1 jam saja dimana 1 jam itu sudah harus dengan hasil. Maka breakdown 1 jam itu apa saja yang akan di bahas.

Dengan begini tidak akan ada waktu yang terbuang percuma dan percakapan yang tidak jelas arahnya sehingga semuanya fokus pada pembahasan yang sudah di atur sebelumnya. Selain itu juga proses dealing dari negosiasi pun berjalan sesuai rencana dengan hasil yang memuaskan antara kedua belah pihak.

 

Ke tujuh ini adalah teori yang tentu perlu dibarengi dengan praktek agar hasil maksimal, tetapi perlu Sisterfillah ingat selalu bahwa hasil akhir tetap serahkan kepada Allah SWT. Allah lah yang mengatur semuanya maka kita serahkan hasilnya kepada Nya.

Mengapa ini perlu di ingat? Karena agar ketika negosiasi tidak berjalan sesuai keinginan, maka kamu tidak kecewa berkepanjangan. Sebab semua ini sudah di atur oleh Allah SWT.

Semoga bermanfaat

 

 



by Cilya

No comments