Pernah mendengar istilah Baby Blues? Baby blues biasanya sering dialami oleh para Moms yang baru melahirkan. Ada beberapa Moms yang menyadari bahwa dirinya mengalami baby blues, tapi tidak jarang pula yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami yang namanya sindrom baby blues.
Mungkin terlihat sepele, tapi dampak dari baby blues bisa mengganggu psikologis sang Moms dan juga tentunya memberikan dampak bagi sang buah hati. Gejala baby blues biasanya tidak akan bertahan lama, kurang lebih hanya 1 atau 2 minggu. Jika lebih dari 2 minggu masih terdapat gejala baby blues, maka artinya kondisi sang Moms semakin buruk.
Penyebab Baby Blues
Para Moms perlu mengetahui apa saja yang menimbulkan baby blues sehabis melahirkan, sehingga tidak segan meminta support dari pasangan atau keluarga. Walau penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, tetapi perlu diantisipasi jika gejala ini terjadi.
Kurang Tidur
Kurang tidur bisa terjadi di karenakan pola tidur bayi yang masih belum teratur. Sehingga membuat pola tidur sang Moms juga jadi kurang. Jika Moms kurang tidur terjadi secara terus menerus, tentu saja akan membuat ibu menjadi kelelahan dan inilah yang kadang menimbulkan baby blues dengan menjadi sensitif juga mudah tersinggung.
Perlu Waktu Untuk Beradaptasi
Tentu dengan kehadiran bayi bagi ibu yang pertama kali melahirkan, tentu menjadi salah satu hal baru yang memerlukan adaptasi antara ibu dengan bayi. Bukanlah hal yang mudah untuk melakukan adaptasi ini, karena tidak jarang para ibu baru kewalahan dalam hal waktu juga mengurus segala sesuatu keperluan sang buah hati.
Perubahan Hormon
Hormon ibu mengandung dan ibu melahirkan tentu berbeda. Hormon pada ibu melahirkan akan menurun, baik itu hormon estrogen juga progesteron. Penurunan inilah yang dapat memicu perubahan mood swing atau suasanan hati dan akibatnya ibu akan merasa tertekan dan lelah.
Baby Blues Dalam Islam
Di dalam Al Qur'an sendiri, baby blues adalah sebagai wahman ala wahmin. Sebagaimana yang sudah tertuang di dalam Al Qur'an Surat Lukman ayat 14 yang berbunyi:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ
بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ
عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
wa
waṣṣainal-insāna biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan 'alā wahniw wa
fiṣāluhụ fī 'āmaini anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr
Artinya: "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."
Pesan dari ayat ini adalah agar semua manusia wajib memperlakukan orangtuanya dengan sebaik-baiknya. Terutama sang ibu yang sudah mengandung, dan melahirkan dengan susah payah
Cara Mengatasi Baby Blues Dalam Islam
Sindrom Baby Blues bisa ditangani dan tentu perlu support dari lingkungan sekitar terutaman pasangan. Berikut ini adalah cara mnegatasi baby blues dalam Islam yang perlu Moms simak.
- Minta Pertolongan Kepada Allah SWT. Kehamilan serta melahirkan adalah takdirullah dari Allah SWT yang diberikan kepada seluruh Moms di dunia. Karena itu segala masalah yang ada, Insha Allah akan dibantu selesaikan oleh Allah. Maka selalu berdoa kepada Allah, agar semua yang Moms alami dapat diberikan kelancaran serta kemudahan dalam menjalaninya.
- Dengarkan Murotal atau Lantunan Ayat Suci Al Qur'an. Selain membuat hati tenang, lantunan ayat suci Al Qur'an juga bisa mengenalkan anak kepada Al Qur'an. Kelak akan tumbuh menjadi anak yang soleh dan solehah.
- Tetaplah Bersikap Tenang. Kunci utama adalah para Moms perlu tenang dulu. Ketika tenang maka akan menemukan solusi langkah apa yang harus dilakukan.
- Istirahat dan Tidurlah Ketika Baby Tidur. Walau pekerjaan rumah menumpuk, usahakan tetap mementingkan kesehatan diri. Istirahatlah dan nikmati kualitas tidur selama baby sedang tidur.
- Ikhlas dan Tulus. Kedua hal ini perlu ditanamkan di dalam diri dahulu dan ingatlah bahwa tidak ada ganjaran yang lebih baik bagi seorang Ibu yang sudah berjuang melahirkan dan merawat selain amal pahala terbaik di akhirat nanti.
- Komunikasi Dengan Pasangan. Ketika menikah, anak tidak hanya tanggung jawab para Moms semata, tapi juga para Ayah. Karena itu komunikasikan kepada suami atas apa yang Moms rasakan dan butuhkan. Sebab support pasangan adalah salah satu hal yang dapat mengurangi beban yang dirasakan para Moms.
Semangat untuk para Moms yang baru saja melahirkan dan janganlah merasa baby blues adalah sebuah momok yang menakutkan. Tetap komunikasikan apa yang moms rasakan kepada pasangan dan keluarga terdekat.

No comments